Gambar Logo

Selasa, 14 Juli 2015

Mah, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku yang abadi… (Part 1)

Foto Tausiyahku.
“Mah, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku yang abadi…”
( Part 1 )
Bissmillahirrahmaaanirrahiiiim...

Dalam Naungan rindu yang tanpa batas
Teruntuk Mamah, yang tercinta,terkasih, tersayang, teramat aku banggakan,
yang sungguh aku puja kan, yang benar-benar aku rindukan...

kala itu ,
Di kuningan,
tempat aku tinggal,Malam yang penuh kehangatan di dalam rumah sederhana tapi bagai surga dunia itu ,
saat aku telah terlelap, aku lupa untuk menggunakan selimut,lalu kau datang bagai Malaikat pelindung ku,kau datang menyelimuti ku dengan penuh kehangatan kasih sayang ,
( "Aku rindu itu..")
Dalam setiap peragantian hari, saat mentari menyapa.
.Meja kayu yang rapuh itu sudah kau tata begitu indah,dengan Nasi uduk sederhana,
yang kau beli saat anak-anak mu masih tidur,
ketika pagi masih buta...
Lalu kau membangunkan kami dengan tulusnya kasih sayangmu,dengan halus nya suaramu,dengan sentuhan lembut tangan mu...
( terlintas saat aku masih mengenakan putih abu )
( "Aku rindu itu mah.." )
Hari-hari dimana kau selalu memikirkan dapur
,lalu kau bertanya pada anak-anak mu : "mau masak apa hari ini?"
kami minta ini itu, tanpa menanyakan bahkan sama sekali tak memikirkan uang yang kau punya untuk berbelanja,kau menururti anak-anak mu,bahkan dengan uang yang kurang..
( "Maafkan aku mah..." )

Di sepertiga malam
,Sering aku terbangun karena mendengar tangismu mah ,
Tangis yang begitu mengiris hati ku,Air mata yang kau jatuhkan atas do'a mu untuk kami ,
untuk kebahagiaan anak-anak mu..
Ketika kita berada diantara pilihan ,
lalu kita memilih barang yang sama,
tapi hanya ada satu,kau rela memberikannya untuk anak mu ini, dan kau pun bilang :"untuk anak, apa sih yang enggak"
sambil tersenyum kau pun berjalan membelikan ku baju itu.( "Aku selalu ingat itu mah.." )
Ketika aku ingin membantu mu mencuci baju,memasak di dapur,
mencuci piring,kau bilang : "sudah belajar yang bener sana.
."kau bahkan tak mau sedikitpun memperkerjakan anak mu,walau hanya di rumah sendiri...

Setiap aku akan menghadapi ulangan di esok hari,kau selalu bilang : "belajar, biar dapet nilai bagus"
lalu kau selalu mendo'a kan kami setiap kami keluar dari pintu rumah...
Dan ketika aku telah LULUS,
waktu dimana aku harus menjemput mimpi ku,
3 hari sebelum waktu ku meninggalkan rumah untuk bekerja di Jakarta,
kau telah mempersiapkan semua keperluan ku dari jauh hari,
kau yang mengepak semua baju ku saat aku tidur
,kau yang telah membelikan makanan untuk bekal ku disana
dan malam itu,
malam terakhir aku tinggal di kuningan,
pesan mu pada ku : "Neng, maklumin aja ya, mamah cuma bisa do'ain, gak bisa ngasih apa-apa,kalo nanti neng di kostan gak betah, belajar maklum. yang hemat, mamah gak minta apa-apa, mamah cuma pesen, jangan tinggalin sholat,makan yang bener. Neng udah mau kerja aja mamah udah bangga. Yang semangat ya neng. Jangan banyak ngeluh.."
dan aku, hanya menggangguk sambil berkata : "Iya mah."
( karena saat itu aku sedang menahan air mataku, yang tak ingin aku jatuh kan di depan mata mu..)
jadi aku tak bisa berkata apa-apa lagi...

Setibanya keberangkatan ku ke Jakarta ,dengan banyak bekal yang paling berharga adalah Do'a mu Mamah,
sampai detik ini,aku selalu merindukan mu,
sangat merindukan keberadaan mu..
aku merasa masih belum bisa membahagiakan mu,tapi aku berjanji,
dalam sisa umur ku ini,
aku akan membuat mu bahagia mah,walau tanpa harta yang berlimpah, tapi aku tak melupakan ibadah.
.walau tak bisa membelikan mu rumah yang nyaman, tapi aku selalu mendo'akan mu agar kau di akhirat nanti mendapatkan tempat yang nyaman.

karena kau adalah kebahagiaan ku, mah..
kau adalah inspirasi ku..kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku yang abadi..
senyum mu adalah obat saat aku sakit..
suara mu adalah nada terindah dalam hidup ku..
nasihat mu adalah cambuk untuk ku menjadi orang yang lebih baik..
semangat mu adalah semangat ku..karena kau adalah darah ku..
aku tak mau melihat mu menangis..aku pun tak mau menangis dihadapan mu..
.karena itu, aku menuliskan ini,karena aku tak bisa menahan air mata ku,
jika aku berbicara langsung pada mu tentang ini..
rasa terima kasih ku atas semua yang telah kau beri dengan kasih sayang abadi..
rasa maaf ku atas semua yang mungkin aku telah mencabik hati mu.
.dengan rasa rindu terdalam ku pada mu..

"You Are My Inspiration, My Hero, Mom..."

bersama dengan tetesan air mata ku
-Dini Marini-

0 komentar:

Posting Komentar